Penandatanganan Perjanjian Kerjasama Antara Universtas Bondowoso dengan PT Pegadaian Bondowoso. “Peningkatan Stabilitas Pelaksanaan Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian melalui Pemasaran Layanan Produk”

Ket. Foto : Penandatanganan Perjanjian dengan PT Pegadaian Bondowoso

Perkembangan pendidikan di indonesia bermula dari munculnya aturan baru dari pemerintah pusat (Kemendikbutristek maupun Kemenag) yang diintegrasikan kepada seluruh perguruan tinggi yang berada diseluruh indonesia, dengan tetap memanfaatkan kekayaan lokal sebagai salah satu kearifan lokal yang dimiliki oleh masing-masing daerah, hingga dapat di fungsikan sebagai pertunjukan kekayaan bumi Indonesia dari segi SDM maupun SDA melalui  pemanfaatan ragam potensi yang ada. Walaupun kendali mutu berpusat terhadap (KKNI) kerangka kompotensi nasional indonesia dan standar dikti tetapi pemerintah tetap memprioritas ragam potensi alam untuk di adopsi oleh peserta didik sebagai generasi emas dalam mewujudkan indonesai maju dan ma’mur. Kebijakan tersebut di aklamasikan sebagai bentuk pembebasan arah dan minat peserta didik dalam mempragakan bawaan bakat potensi yang melekat pada dirinya hingga dapat dipragakan dalam bentuk bakat dan subtansi kreatifitas.

Untuk merespon cita-cita negara tersebut dalam membangun kedaulatan masyarakat yang adil, makmur, sejahtera dan berdaya secara merata. Baik dari aspek penguatan SDM  maupun dari aspek pengutahuan, keterampilan dan karakter Universitas Bondowoso mengagendakan kerjasama dengan PT pegadaian syari’ah dalam bentuk MoA yaang mengikat keduanya sebagai bentuk ikatan kometmen luhur. kedua lembaga itu, membangu kometmen untuk melangkah bersama dalam satu program dengan tujuan untuk memberdayakan masyarakat melalui peran serta stike holders civitas Universitas  bondowoso dengan seluruh kompnen yang ada melalui penguatan kompotensi masiswa sebagai generasi emas di masa yang akan datang.

Menurut Rektor Bapak Samsul Arifin dalam sambutannya beliau menyatakan bahwa kontribusi perguruan tinggi terhadap masyarakat harus mulai ditampakkan dengan aksi nyata. mahasiswa sebagai pewaris bangsa harus siap menjadi aktor perwujudan suasana lingkunagan masyarakat yang sejahtera dan maju dari segi SDM dan SDA melalui dunia Usaha dan dunia Industri (DUDI). Kita ketahui bersama bahwa, bekal dalam perwujudan indonesai maju paling tidak terdiri dari 3 aspek yang mendasarinya, seperti karakter, kompotensi dan literasi. Ketiga aspek tersebut menjadi bekal utama dalam meraih cita-cita bersama menjadi negara dengan kualitas SDM unggul yang mampu memeratakan kesejahteraan sosial dari berbagai aspek. Dengan kualitas SDM yang memawadai akan mampu menjawab problem komplit yang terjadi dikalangan masyarakat luas. Sedangkan menurut Direktur PT Pegadaian Syari’ah bapak Karyadi dalam sambutannya. Beliau menyatakan bahwa investasi proyek Independen adalah bekal utama menjadi masyarakat sejahtera, hal demikian harus dimulai oleh mahasiswa sebagai agent of change.

Dari peryataan kedua pimpinan tersebut berindikasi terhadap pembangunan ekonomi masyarakat luas melalui pelaksanaan program merdeka belajar bidang proyek kemanusiaan maupun proyek independen. Adapun  bentuk implementasinya. mahasiswa akan didampingi untuk melaksanakan kegiatan magang sedangkan  para dosen dan segenap jajaran civitas akademik akan difasilitas untuk berimvestasi. sebagai pasar modal dengan tujuan adanya keterjaminan perekonomian para Dosen dan seleruh jajaran akademik dimasa yang akan datang.

(Oleh: Hosaini FAI Unibo)